Laporan Praktikum Uji Zat Makanan ( Protein & Gula )

Laporan

Praktikum Uji Zat Makanan

Karbohidrat & Gula

Pengesahan

SMP Taman Rama National Plus Jimbaran

Laporan ini telah diketahui dan disahkan oleh pengajar mata pelajaran IPA kelas 2 SMP Taman Rama National Plus Jimbaran

Guru Pembimbing,

Wakik Atin

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena
berkat dan karunia – Nya saya dapat menyelesaikan karya ilmiah
dengan lancar dan tidak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada Ms. Wakik Atin selaku guru pembimbing saya.

Di dalam karya ilmiah ini saya menyajikan laporan dari perobaan uji
zat makanan. Saya dan teman-teman saya menyelidiki dan melakukan observasi secara ilmiah
dengan menggunakan berbagai bahan makanan yang masing – masing
akan diuji kadar karbohidrat dan gula.

Kami harap makalah ini dapat menambah wawasan teman – teman
yang membacanya. Walau demikian saya menyadari kekurangan dari
makalah ini seperti ada tertulis pada pepatah, “Tak ada gading yang tak
retak”. Saya mengharapkan kritik dan saran yang dapat membangun
karya ilmiah saya.

Terima kasih dan selamat membaca!

Daftar Isi

Bagian I

Judul                                                                                                                          1

Pengesahan                                                                                                             2

Kata Pengantar                                                                                                       3

Daftar Isi                                                                                                                   4

Bagian II

Latar Belakang                                                                                                        5

Tujuan Praktikum                                                                                                  5

Permasalahan                                                                                                         5

Teori                                                                                                                          6

Bagian III

Metode Penelitian                                                                                                 8

Waktu Penelitian                                                                                                    10

Objek Penelitian                                                                                                     10

Hasil Praktikum                                                                                                      11

Bagian V

Kesimpulan                                                                                                              13

Saran                                                                                                                         13

Daftar Pustaka                                                                                                        14

Latar Belakang

Bahan makanan: didalamnya terkandung zat makanan seperti Karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan garam mineral Bahan makanan yang kita konsumsi sehari-hari harus mengandung nutrient yang diperlukan tubuh. Karbohidrat, lemak dan protein merupakan nutrient yang dibutuhkan dalam jumlah besar, sedangkan vitamin dan mineral dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil. Walaupun dibutuhkan sedikit bahan tersebut harus ada dalam menu makanan kita.

Yang melatarbelakangi saya untuk melakukan praktikum ini adalah untuk mengetahui kandungan zat nutrient yang terdapat dalam bahan makanan digunakan indikator uji makanan yang biasa dikenal dengan istilah reagen.

Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui zat – zat yang terkandung dalam berbagai bahan makanan.

Permasalahan

Apa bukti kalau suatu makanan mengandung zat makanan seperti
karbohidrat dan gula? Indikator apa yang dapat
digunakan?

Teori

Karbohidrat

Karbohidrat  atau  sakarida adalah segolongan besar senyawa organiyang paling melimpah di bumi. Karbohidrat memiliki berbagai fungsi dalam tubuh makhluk hidup,terutama sebagaibahan bakar (misalnya glukosa), cadangan makanan (misalnya pati pada tumbuhan dan glikogen pada hewan), dan materi pembangun (misalnya selulosa pada tumbuhan, kitin pada hewan dan jamur ).

Pada proses fotosintesis, tetumbuhan hijau mengubah karbon dioksida menjadi karbohidrat.Secara biokimia, karbohidrat adalah polihidroksil-aldehida atau polihidroksil-keton,atau senyawa yang menghasilkan senyawa  senyawa ini bila dihidrolisis. Karbohidrat mengandung gugus fungsI karbonil (sebagai aldehida atau keton) dan banyak gugus hidroksil. Bentuk molekul karbohidrat paling sederhana terdiri dari satu molekul gula sederhana yang disebut monosakarida, misalnya glukosa, galaktosa, dan fruktosa. Banyak  karbohidrat  merupakan polimer yang  tersusun  dari  molekul  gula  yang terangkai menjadi rantai yang panjang serta dapat pula bercabang-cabang, disebut polisakarida, misalnya pati, kitin, dan selulosa. Selain monosakarida dan polisakarida, terdapat pula disakarida (rangkaian dua monosakarida) dan oligosakarida (rangkaian beberapa monosakarida).

Glukosa

Glukosa suatu gula monosakarida, adalah salah satukarbohidrat terpenting yang digunakan sebagai sumber tenaga bagi hewan dan tumbuhan. Glukosa merupakan salah satu hasil utama fotosintesis dan awal bagi respirasi. Bentuk alami (D-glukosa) disebut juga dekstrosa, terutama pada industri pangan.Glukosa (C6H12O6) adalah heksosa—monosakarida yang mengandung enam atom karbon. Glukosa merupakan sumber tenaga yang terdapat di mana-mana dalam biologi.Kita dapat menduga alasan mengapa glukosa, dan bukan monosakarida lain seperti fruktosa, begitu banyak digunakan. Glukosa dapat dibentuk dari formal dehida pada keadaana biotik , sehingga akan mudah tersedia bagi system biokimia primitif. Hal yang lebih penting bagi organisme tingkat atas adalah kecenderungan glukosa, dibandingkan dengan gula heksosa lainnya, yang tidak mudah bereaksi secara nonspesifik dengan gugus amino suatu pr otein. Reaksi ini (glikosilasi) mereduksi atau bahkan merusak fungsi berbagai enzim. Rendahnya laju glikosilasi ini dikarenakan glukosa yang kebanyakan berada dalam isomer siklik yang kurang reaktif. Meski begitu, komplikasiakut  seperti diabetes,  kebutaan,  gagal  ginjal,  dan  kerusakan  saraf  periferal, kemungkinan disebabkan oleh glikosilasi protein.

Metode Penelitian

Alat dan Bahan :

  1. 10 tabung reaksi
  2. Pipet tetes
  3. Lumpang dan mortar
  4. Gelas ukur
  5. Gelas arloji
  6. Cawan petri
  7. Kertas HVS
  8. Bunsen/pembakar spiritus
  9. Etanol
  10. Larutan lugol/iodium, benedict, fehling A & B dan biuret
  11.  Bahan makanan : nasi, roti, tempe, tahu, keju, tepung terigu, kentang, ikan, dan daging

Cara Kerja :

1. Berilah label pada masing-masing tabung reaksi sesuai dengan bahan makanan yang diujikan!

2. Bahan makanan yang padat di gerus terlebih dahulu dengan menggunakan mortar. Beri sedikit air untuk melarutkan, sehingga terbentuk larutan.

3. Masukkan masing-masing larutan dalam cawan petri dan letakkan pipet tetes pada masing-masing bahan makanan.

4. Ujilah setiap bahan makanan dengan pengujian berikut:

  1. Menguji Adanya Amilum atau Zat Tepung

1.  Siapkan 10 tabung reaksi yang sudah diberi label.

2.  Masukkan 20 tetes larutan bahan makanan ke dalam masing-masing tabung reaksi yang telah di sediakan.

3.  Perhatikan warna mula-mula pada masing-masing bahan makanan dan catat pada label.

4.  Masukkan 5 tetes lugol ke dalam masing-masing tabung reaksi sambil di goyang-goyang!

5.  Amati perubahan warna yang terjadi pada tiap larutan bahan makanan dan catatlah pada tabel.

- Larutan yang berubah warna menjadi biru kehitaman artinya banyak mengandung zat tepung.

- Larutan yang berubah warna agak biru kehitaman artinya kandunan zat tepungnya cukup.

- Larutan yang tidak berubah warna artinya tidak mengandung zat tepung.

  1. Menguji Adanya Gula

1. Cuci 10 tabung reaksi pada kegiatan 1 dengan bersih dan siap dipakai lagi!

2. Masukkan 20 tetes larutan bahan makanan ke dalam masing-masing tabung reaksi yang telah disediakan.

3. Masukkan 5 tetes reagen benedict/fehling A&B ke dalam masing-masing tabung reaksi sambil di goyang-goyang!

4. Perhatikan warna mula-mula pada masing-masing bahan makanan dan catat pada tabel sebentar (tidak sampai mendidih).

5. Panaskan 10 ujung tabung reaksi dengan bergantian pada nyala pembakar spiritus dengan digoyang-goyang sebentar.

6. Amati perubahan warna yang terjadi pada tiap larutan bahan makanan dan catatlah pada label.

- Larutan yang berubah warna menjadi merah bata (orange) artinya banyak mengandung gula.

- Larutan yang berubah warna menjadi hijau muda/kuning artinya cukup mengandung gula.

- Larutan yang tidak berubah warna artinya tidak mengandung gula.

Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 28 September. Lamanya penelitian berlangsung 1 jam 20 menit.

Objek Penelitian

            Objek penelitian adalah nasi, roti, tempe, tahu, keju, tepung terigu, kentang, ikan, dan daging

Hasil Praktikum

  1. HASIL UJI COBA ADANYA ZAT TEPUNG (AMILUM)

No

Bahan Makanan

Warna mula-mula

Warna setelah ditetesi lugol

Keterangan

1.

Nasi

Putih

Biru kehitaman

Banyak

2.

Roti

Putih

Biru kehitaman

Banyak

3.

Tahu

Putih

Oranye

Sedikit

4.

Tempe

Putih

Coklat

Sedikit

5.

Keju

Putih

Hitam

Banyak

6.

Tepung terigu

Putih

Biru kehitaman

Banyak

7.

Kentang

Kuning

Biru kehitaman

Banyak

8.

Ayam

Putih

Oranye

Sedikit

9.

Daging

Oranye

Oranye tua

Sedikit

10.

Ikan

Putih

Oranye

Sedikit

B.  HASIL UJI COBA ADANYA GULA

No

Bahan Makanan

Warna setelah ditetesi benedict

Warna setelah dipanaskan

Keterangan

1.

Nasi

Biru

Biru

Sedikit

2.

Roti

Biru

Hijau

Cukup

3.

Tahu

Biru

Biru

Sedikit

4.

Tempe

Biru

Ungu

Sedikit

5.

Keju

Biru

Gading (Mengeras)

Banyak

6.

Tepung terigu

Hijau

Hijau

Cukup

7.

Kentang

Hijau

Ungu

Sedikit

8.

Ayam

Biru

Oranye

Banyak

9.

Daging

Putih

Hijau

Cukup

10.

Ikan

Biru

Biru

Sedikit

Kesimpulan

Bahan makanan yang kita makan sangat dibutuhkan oleh tubuh. Setiap makanan yang kita makan mengandung zat-zat atau kandungan yang berbeda jenis dan fungsinya. Setelah kita mengetahui zat-zat yang dikandung makanan kita, kita juga tahu apa kegunaannya bagi tubuh kita. Maka dari itu kita harus menjaga pola makan yang seimbang dan makanan yang kita makan sehari-hari agar makanan itu berguna bagi kita dan bukan sebaliknya.

Saran

Takaran atau komposisi dalam pengetesan uji coba makanan lebih spesifik lagi agar terlihat lebih jelas hasilnya.

Daftar Pustaka

Bagod Sudjadi, Siti Laila. 2003. Biologi Sains dalam Kehidupan 2B.

Jakarta: Yudhistira.

DIMENSI BIOLOGI, LKS siswa kelas XI SMA semester genap, penerbit

Swadaya Murni

Samsuri, Istamar dkk. 2004. Biologi SMA kelas XI. Erlangga : Malang

Priadi, Arif. 2009. Biologi SMA XI. Yudhistira : Bogor

Prestasi Guru Biologi SMA YPVDP.com

 

http://id.wikipedia.org/wiki/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: